Senin, 12 November 2012

Oppa(Eldo prov)


Ini sambungan dri kisah Oppa yang sebelumnya,, Dan ini jawaban dari kisah sebelumnya, Dan tentunya ini juga buatan kakak qhu,,, Izin lgi yah kak,,, aqhu suka ceritanya... (^_^)

OPPA (eldo prov)

Author: syasa adinda

Main cast:        - eldo
-          Ika

Gendre: sad romance

Note: kisah ini di angkat dari kisahnyata, mohon kritik dan sarannya. No bash!! No plagiat!!

*eldo prov*
Lihat aku, pahami aku, bahkan rasuki aku bila perlu agar kau mengerti. Aku hanya bongkahan daging yang bernyawa yang juga punya perasaan. Aku tak berniat membuat kamu, dia atau siapapun memiliki ku. inilah aku dengan segala sifat ku, sikapku, dan tingkahku yang apa adanya.

Kau benar-benar melupakan semuanya, Melihat betapa bahagianya kau menyapaku Hanya saat itu aku samar-samar mulai merasakan sakit Luka yang belum muncul di kulitku. Jadi itu bukan cinta Itu hanya saat yang kau habiskan selama berada di sisiku Sekarang aku samar-samar mulai mengerti.

“ika…” panggilku.
“eh… eldo” jawab nya
“kenapa murung emm?” Tanya ku saat melihat raut wajahnya
“ga apa-apa kok” elaknya
“jangan cemberut…. Senyum dong”
“lagi ada masalah aja, nih” jelasnya sambil melirik ku.
“mau ku kasi satu rahasia?”tanyaku menghiburnya
“rahasia apa ?”
“jalani hidup dengan senyuman. Tarik nafas dalam-dalam, kemudian tersenyumlah. Maka semua bebanmu akan berkurang. Walau engga semuanya” jelasku untuk mengembalikan senyumnya
“benarkah, baiklah akan ku coba”

Aku masih di tempat yang sama, lelah dari berkeliaran di sisimu Seperti aku berjalan dalam lingkaran, hari telah berlalu dan aku menemukan diriku di tempat ini.

Sebagai manusia aku ingin menjadi berguna. Teman? Kata simple yang menarik. Aku selalu ada jika saat rumit dan aku akan pergi jikasaat senyuman datang. Berubah? Ya aku takut semua ini disalah artikan. Perasaan? Aku hanya tau untuk menjadi obat hati.

Aku lemah dan terluka sehingga tak ada kekuatan untuk bangkit, Kau hanya berhenti, melihat dan tersenyum padaku. Bagaimana kabarmu, Bagaimana dengan meraih mimpimu?. Tidakkah terasa sakit saat kau mencubit dirimu?

Mungkinkah sekarang bagimu hari-hari biasa terasa membosankan?. Jika kau kesepian dan lelah Akankah kau mengingatku yang memimpikanmu di sini.
Aku masih tidak bisa mempercayai segala sesuatu. Aku akan mengubur fakta bahwa realitas yang merembes ke kulitku untuk saat ini. Aku menulis cerita yang tidak pernah akan berakhir dalam hatiku.

“el… denger kabar ngga?” Tanya kawan ku
“kabar apa?” Tanya ku penasaran.
“kabarnya ada yang suka tuh sama elu.”
“ah. Jangan becanda. Emang siapa?”
“tuh, wanita itu tuh” jelasnya sambil menunjuk wanita yang sangat familiar untuk ketahui.

DEG’

‘semua ini pasti bohong?’ gumamku pelan.

Hari pertama saat aku mengetahui dirimu berhati-hati mendekatiku ,Aku bukannya merasa senang, namun beberapa malam ini aku terjaga dalam hembusan nafas yang panjang, Mungkin aku membutuhkan waktu yang sangat lama, apa kau mengerti diriku yang belum cukup siap. Dalam hari-hari yang sangat melelahkan, aku hanya memikirkan hal ini.

Katakan padaku apa yang benar dan apa yang salah. Tidak tahu apa yang harus dipikirkan atau dilakukan. Aku masih tidak mengerti, aku tidak akan pernah tahu bedanya. Situasi yang berbeda. Tapi selalu pada episode yang sama.

“kasian banget ya, jadi tu cewe?” jelas sebuah suara dari samping.
“kenapa?”
“liat aja tuh, cewe itu selalu ada saat cowok tu lagi terkena masalah. Tapi, lihat deh cewe itu. saat dia terluka dan terpuruk. Si cowo g ada buatnya”
“apa benar.?”
“iia.. salut deh liat si
cewe. Segitu cinta matinya sama dia”
“ahhh… namanya juga cinta”
“iia juga ya”

Aku hanya terdiam mendengar percakapan sekumpulan wanita, yang membicarakan ku. kenapa semuanya menjadi seperti ini?.

Apa lagi yang bisa aku katakan? Maaf, maaf. Setelah hari esok datang Membuat alasan menyedihkan Kita tidak bisa saling memahami sehingga kita saling melawan Setiap saat kita bertanya-tanya Salah siapa itu?.

Setiap hari, selangkah demi selangkah, Saat aku mendekat, engkau perrgi menjauh. Kepercayaan yang membuatku seperti orang bodoh semakin besar, Aku membenci tumbuhnya pengharapan ini. Aku benci hatiku yang terbelah seperti ini. Tolong aku, Tolong aku ,Hanya kemalangan yang memenuhi hatiku.

Melakukan segala sesuatu dengan cara yang kau inginkan Aku mencoba semampuku, tetapi tidak mendapatkan yang lebih baik. Ketika kau lelah dan mengalami kesulitan, Tolong biarkan aku mendampingimu. Jika kau yang berdiri sendiri, Aku bisa menangani banyak kesakitan dan penderitaan ini.

“ika…” panggilku
“emmm”
“kenapa? Ada masalah ya?” Tanya ku khawatir.
“engga ada.. dulu ya el” pamit nya melewatiku.

Hal itu dapat dibandingkan dengan hal lain,Hal itu dapat ditukar dengan hal lain. Dalam dunia yang dingin ini, aku hidup tanpa apapun yang memiliki nilai penting. Ada saat perasaan terburu-buruku menyebabkan masalah, Jadi mari kita ingat kenangan indah.

Bahkan senyum kecil darimu, membawaku kebahagiaan, Aku akan membuat janji padamu, bahwa ini bukanlah sebuah mimpi, Banyak hari akan berlalu, Aku tidak bisa membantu.

Cinta? Haruskah menjadi special. Mungkin itu akan hadir, tapi tidak seperti ini. Kenapa menjadi sanggahan? Kenapa aku menjadi seprti benalu?
Perbuatan? Salahkah semua ini, jika perbuatan ku seperti itu. teman dan sahabat. Semua akan lengkap dengan senyuaman hangat akan ketulusan cinta kasih sebagai teman. Hal lain? Mungkin kau hanya srtikan sebagai pelengkap.

Jika angin berhembus malam ini,Aku akan menutup mataku diam-diam. Sinar bulan tenggelam, bulan tentram tenggelam di dalam hatiku,Seperti diriku yang tak bisa mengatakan apapun. Ini kenangan yang menjadi kelam. Kegelapan yang dingin jatuh,,Bintang kecil muncul.

“mungkin sudah saatnya…” gumamku.
Kulirik lagi foto yang ku pegang dari tadi, seuntas senyum terukir di wajahku. “sahabat” gumamku kembali saat melihat foto tersebut.

Ku usap foto itu dan memasukannya kedalam tas yang ku pegang ditangan kananku.

“maaf tuan, anda mau berangkat atau tidak” Tanya ramah seorang wanita yang bisa disebut pramugarai.
“oh,maaf . tentusaja aku mau berangkat” jelasku pelan
“baiklah selahkan masuk tuan. Sebentar lagi akan berangkat”
“terima kasih” ucapku.

Langkahku terhenti saat diujung pintu, ku balikkan tubuhku dan memandang nanar sekitar ruangan yang remain ini.

“aku pasti akan merindukan mu sahabat ku” jelasku.

Denan sigap, ku langkahkan kaki ku masuk. Dan ku pastikan, semua ini belum sepenuhnya selesai untuk ku jelaskan.

END’

Oppa (Ika Prove)

Kisah ini di tulis oleh Kakak qhu,,, Hnya ajah endingnya qhu ubah,,, Izin ya kak...(^_^)

OPPA

Author: syasa adinda

Maint cash:         -  ika
-          Eldo

Genre: sad romance


Note: cerita ini diangkat dari kisah nyata, sahabat ku. mungkin dengan publishnya cerita  ini dapat menyarankan sesuatu untuk nya. Dimohon kritik dan sarannya…
no bash !!! no plagiat!!


*winda prov*

Lihat aku baik-baik. Merasakan kepedihan itu melelahkan, Kupikir ini terlalu mengalir, kau selalu seperti itu padaku. Datanglah padaku, itu karena aku suka saat kau tersenyum Ayo kita lewati bersama, jangan berjalan ke jalan yang sulit, Itu tak mudah, benar kan?

“ika…” sapa seseorang..
“eh… eldo” jawab ku.
“kenapa murung emm?” Tanya nya pada ku.
“ga apa-apa kok” elakku.
“jangan cemberut…. Senyum dong”
“lagi ada masalah aja, nih” jelasku sedikit melirik nya.
“mau ku kasi satu rahasia?”
“rahasia apa ?” Tanya ku.
“jalani hidup dengan senyuman. Tarik nafas dalam-dalam, kemudian tersenyumlah. Maka semua bebanmu akan berkurang. Walau engga semuanya” jelasnya pada ku.
“benarkah, baiklah akan ku coba”

Walaupun aku makan atau tidur, aku tetap memikirkanmu seperti gila. Bagaimana bisa, bagaimana bisa aku jatuh cinta padamu? Itu agak aneh. Satu dua tiga, kau tersenyum dan kupikir aku kehilangan nafasku. Dengan menatap senyummu, aku akan bersama cinta setiap hari. Selamanya. Kenapa kau tidak menghentikanku? Kenapa kau tidak mengabaikanku saja? Aku merasa murung dan heran, tetapi hatiku tetap mendengarkanmu.
Aku telah melalui malam, malam lain, dan malam lainnya lagi. Ingatanku berangsur-angsur menjadi buram. Tetapi kau selalu tetap di hatiku dan di senyum mataku. Kau satu-satunya selamanya.

Hari ini kutatap langit dengan pandangan kosong. Aku mencoba membayangkan wajahmu pelan-pelan. Bibirmu, matamu sangat indah hari ini. Aku mengatakan ke diriku bahwa aku harus melupakanmu. Aku tetap mengatakan ke diriku aku tidak bisa melihatmu lagi. Tapi kau adalah satu-satunya untukku. Tak bisa orang lain lagi. Akankah kamu menerima hatiku sekarang?

Haruskah aku memberitahumu bahwa aku mencintaimu? Apakah kau tahu bagaimana yang kurasakan saat aku melihatmu setiap hari? Jika kau berada di sisiku, aku tidak butuh apa-apa lagi. Akankah kau ada di sisiku?
Haruskah aku mengejarmu? Aku ingin tahu apa yang kau rasakan tentangku. Itu satu-satunya hal yang aku butuhkan. Aku tidak dapat membayangkan hari tanpamu. Akankah kau menerima perasaanku untukmu?

Aku mencoba mengingat segalanya yang kau lakukan untukku di waktu lampau. Apakah kau tahu bagaimana yang kurasakan saat aku menatapmu setiap hari? Jika kau berada di sisiku, aku tidak butuh apa-apa lagi. Akankah kau tetap di sisiku dan melindungiku?

Akankah kau memberitahuku bagaimana yang kau rasakan tentangku? Aku cinta kamu.  aku cinta kamu lebih dari siapapun di dunia ini. Jika kamu memberikan cinta ini aku tidak akan membutuhkan apapun. Kau cukup bagiku.  Haruskah aku mencari keberanian untuk mengakuinya padamu? Aku mau tahu apa yang kau rasakan tentangku sekarang juga. Aku tak menginginkan orang lain.

Aku tak bisa hidup seharipun tanpamu. Aku hanya mencintai satu orang. Orang yang aku cintai adalah dirimu.

Karena aku tak menyesal telah mencintaimu, jadi ambil saja kenangan yang baik. Aku bisa menahannya dengan berbagai cara. Aku bisa berdiri dengan berbagai cara. Kau harus bahagia jika kau seperti ini. Hari demi hari, berangsur angsur menghilang.

“siapa wanita ini?” Tanya ku saat melihat salah satu komentarnya di jaringan social  miliknya.
“dady?? Kiddy??” jelasku lagi sambil terus membacanya.
“I love you” suara ku meniggi saat membaca kalimat terakhir.
Ku banting handphoneku, dan mulai menghempas tubuhku diatas ranjang. “ARRGGHHHH” erang ku,

Seperti arus hatiku hancur,  Seperti angin hatiku berguncang, Seperti asap cintaku memudar. Tak pernah terhapus seperti tato, Aku menghembuskan nafas dalam dan getar tanah. Hatiku penuh dengan debu. kukira aku tak akan bisa hidup walaupun hanya sehari tanpamu. Aku mengharapkan perkiraan sia-sia tapi sekarang tak berguna.

Setiap hari aku juga berlatih menyembunyikan airmata dibalik senyumku. Tapi tampaknya suaraku yang gemetar membuatnya terlihat jelas. Aku bahkan tak bisa bernapas dan hanya mencari dirimu, tanpa tahu kapan akan menyerah. setiap hari aku berlatih seolah tidak ada yang terjadi tapi tampaknya aku tetap tak bisa melupakanmu. Kapan aku akan melupakanmu? Bodohnya, kurasa aku mencintaimu begitu bodohnya Aku bahkan tak bisa memimpikan cinta yang lain. Hanya kamu, Aku bodoh hanya tahu dirimu, apa yang mesti kulakukan? Tampaknya aku tak bisa menghapusmu karena kau terukir lebih dalam dibandingkan bekas luka dalam hatiku.

“eldo…”
“emmhh..” jawabnya
“boleh ku mnegtakan sesuatu?” Tanya ku
“ne.. tentu saja”
“emmm.. sebenar-“ kalimat ku terpotong dengan deru suara seseorang.
“hai el, ngapain disini” Tanya pria itu sambil menyapa eldo.
“ah… ga ada, cuman lagi gabung aja sama ika” jawabnya
“ohh…. Tau gak, banyak cewek yang suka sama lo el” jelas temanya itu.
“ah.. apa ia? “ Tanya eldo ragu.
“iaaa.. makanya bawa cewek mu kesini.”
“hahaha.. nnt lah ku bawa cewek ku kemari ya” jawabnya

DEG’
‘jadi dia sudah punya pacar?’ gumamku dalam hati.
“oh iia, tadi ika mau ngomong apa?” Tanya nya pada ku.
“eh… ohh itu.. g jadi kok”
“tapi tadi-“ ku potong kalimat dengan cepat.
“aku pergi dulu.. permisi” jawabku pergi meniggalkannya.

kemanapun kau pergi, apapun yang kau lakukan, kuharap kau hanya memikirkanku. Katakanlah pengakuan cintamu hanya padaku. Semoga kamu akan menjadi cintaku, menjadi satu-satunya cintaku, akan tetap berada disisiku. Aku punya banyak perasaan untuk kutunjukkan padamu tapi aku tidak tahu bagaimana memulainya. Tanpa alasan, hatiku sudah tidak sabar. Jadi meskipun aku tampak canggung, terimalah pengakuanku. bisikanlah cinta untukku dengan manis seperti cokelat.

“apakah itu wanitanya?” Tanya ku seraya mengarah keluar jendela cafĂ© ini.
Kulihat eldo tengah tersenyum hangat menggenggam kedua tangan seorang wanita yang tak ku ketahui namanya. Mereka begitu mesra sampai-sampai eldo membelai rambutnya. Dan mengusap kedua  pipinya. Tak lupa ku lihat pemandangan, membuat mataku panas. Dia mengecup kening wanita itu dan memeluk hangat tubuhnya.
“kenapa bukan aku?” Tanya ku dalam tangis.
“harusnya itu aku” gumamku lagi.

Tuhan, Tolong keringkan airmataku. Cinta itu begitu kuat, aku pasti tidak mabuk, namun Sekarang saja, aku terjatuh, aku sudah terjatuh. Aku tidak tahu itu akan berubah seperti ini, Seharusnya aku tidak bertemu denganmu. Kau bermain-main denganku, dan merasukiku dengan murah senyummu. Apa yang bisa aku lakukan sekarang? Terjebak sendiri dalam kerinduan. Rasanya seperti sebuah jalan kosong yang ditinggalkan.

Aku mungkin tak bisa melakukannya, aku mungkin tidak mau. Aku bahkan tidak bisa melupakan, jadi aku akan hidup dengan kenangan. Tapi mengapa aku tidak bisa, mengapa aku seperti ini. Mengapa air mataku semakin banyak seiring waktu. aku tidak pantas mencintai seseorang sepertimu, jadi maafkan aku. aku orang yang menginginkanmu, walau aku tidak tahu apa aku bisa membuatmu tersenyum. Karena kesempatan untuk memberitahumu tidak pernah datang lagi. Jika aku memanggilmu, rasanya seperti kamu akan datang berlari kepadaku seperti biasa jadi aku hampir memanggil namamu.
 
Ku lihat dengan sekilas foto di samping mejaku.
Terlihat dua orang dengan senyum  bahagia. Aku dan dia, dia eldo. Pria yang merengut hatiku dari dulu hingga saat ini,Aku gak sanggup melihat kamu dengan dia,
Pisau yang dri tadi ku pegang ini tlah siap menusuk tepat di lengan ku....
END’

Anata O aishite


Part 1

Maint cash :- Sakura minami
                   - Nara Kaji
                   - Yoichi shizuka
genre : sad romance

Inspirasi tiba-tiba (^__^) selamat baca ya,,

     Kisah ini di mulai saat seorang remaja putri yang berbeda dari remaja putri lainnya, dia bernama Sakura Minami. dia adalah seorang gadis yang pendiam, suka menyendiri,smart and yah bisa di bilang dy gadis penakut dan sedikit ceroboh.
   " minami,, ayo ke kelas,, sebentar lagi masuk" sapa shizuka
   " hai" jawab minami
    yah,, diantara banyak teman sekelas minami, shizukalah yang paling dekat dengannya.

      Esok harinya, minami ke loker sekolah untuk mengganti sepatu dan meletakkan barang-barangnya, setelah meletakkan barang2 dan mengambil buku yang biasa ia baca,, tiba-tiba
      #gubraaakk,, seseorang menbrak minami hingga minami terjatuh,
      " apakah kau baik-baik saja?" tanya seseorang seraya mengulurkan tangannya.
      Minami menatap orang itu, baru kali ini ia melihat seorang Pria tersenyum manis padanya, Minami terus menatap senyum indah dari pria tersebut, namun minami terkaget saat pria itu melihat pria itu menyapa dia lagi.
       " hei,, apa kamu baik-baik saja?"
        " eh,, hai,, saya baik-baik saja" minami menggenggam tangan pria itu, minami terus menatap wajahnya.
       " so desuka?" tanyanya lagi
        "hai,," minami menunduk,, mendengar jawaba minami pria itu pergi, minami pun langsung bergegas ke kelasnya
     
Di kelas
         " ohayo gozaimasu ne," sapa minami pagi ini
        " ohayo gozaimasu minami san" jawab yang lain.
minami hanya tersenyum, Saat kelas di mulai, minami masih terfikirkan tentang pria tampan yang membantunya berdiri tadi pagi, minami terus tersenyum,
         " Minami, bisakah kamu menjawab soal ini?!" suara sensei mengagetkan lamunan minami.
Walaupun Minami sedang tidak memperhatikan pelajaran tapi dia mampu menjawab semua soal yang di berikan.
          Kelas pun selesai, Minami segera menuju ke gerbang sekolah, dia masih penasaran dengan pria yang menolongnya tadi pagi, Minami terus menunggu. Dan akhirnya pria itu terlihat juga,
          " ane-san wa, Arigatogozaimasu ne" kata Minami
 pria itu tersenyum dan berkata " terima kasih untuk apa ne?"
          " emh,, terimakasih sudah membantuku tadi pagi.."  Minami tersenyum
          " ya,, lain kali hati-hati ne, oh ya,, anata no namae wa nan desuka?" tanya pria itu,
          " watashi no namae wa sakura minami desu"
          " kawaii ne.. watashi wa nara kaji desu"
          " kaji?" jawab minami
          " hai,, aku pulang dulu ya, mata ashita.” Pria itu tersenyum.
          “hai, mata ashita” Minami tersenyum.
          Di perjalanan pulang Minami selalu memkikirkan pria itu. “ Kaji? Nama yang bagus, emm, dia kelas berapa ya? Dia ikut club apa ya? Apakah dia anggota OSIS? Ehm,, Pria sebaik dia apakah sudah punya koibito?” begitu banyak pertanyaan yang ada di kepalanya, tiba-tiba,,,\
#Byuurrr,,, Ia jatuh besama jitensya yang di naikinya.
           “akh,, cerobohnya aku,,” gerutu Minami.
            “ kau tidak apa-apa Minami?”
       Degg,, ia seperti mengenal suara itu. Dan ternyata,,

Ouuuppsss.... sampi sni dlu yah... law penasaran tunggu isah berikut_a di "Anata o aishite Part II"
^_^